Showing posts with label pengertian tabel kebenaran. Show all posts
Showing posts with label pengertian tabel kebenaran. Show all posts

Tuesday, February 23, 2016

Tabel Kebenaran (Matakuliah Logika Informatika) by Wulan Yuniati - Universitas Sahid Surakarta



TABEL KEBENARAN

Penekanan logika adalah penarikan kesimpulan tentang kebenaran dan ketidakbenaran dengan menggunakan perangkat logika yaitu “dan (and)”  “atau (or)”.
“jika . . . maka. . .   (if. . . then. ./implies)”.  dan “jika dan hanya jika (if and only if)”.
Contoh :
1.      Jika hujan, maka adit basah kuyup
2.      Adit menabrak pagar rumah dan menginjak-injaknya
3.      Adit menginjak-injak pagar rumah dan menabraknya
Tabel kebenaran adalah suatu tabel yang menunjukan secara sistematis sebagai hasil kombinasi dari proposisi yang sederhana.

PERANGKAI   LOGIKA
Perangkai – perangkai logika yang digunakan adalah :
PERANGKAI
SIMBOL
Dan (and)
Atau (or)
˅
Bukan (not)
¬
Jika. . . maka. . . (if. . .then. . ./implies)
→
Jika dan hanya jika (if and only if)
↔

Perangkai logika dalam bentuk simbol digunakan untuk membuat ekspresi logika. Digunakan konstanta proposional  T untuk  True dan F untuk False.


KONJUNGSI [ ^ ]
Konjungsi [ conjungtion ]  adalah kata lain dari perangkat “dan [and]. Dan mempunyai tabel kebenaran seperti berikut :
A
B
A ^ B
F
F
F
F
T
F
T
F
F
T
T
T

Pada tabel kebenaran konjungsi hanya ada satu nilai T jika kedua pasangan teesebut keduanya bernilai T  lainnya pasti F. Perangkai  ^ disebut perangkai binary [binary logical connective].
Definisi : misalnya  A dan B adalah proposisi. Proposisi “A dan B” , yang disimbolkan dengan A^B adalah proposisi yang bernilai benar, jika nilai A dan B keduanya benar, jika lainnya pasti salah. Proposisi berbentuk A^B  disebut konjungsi A dan B.

Contoh tabel kebenaran dari perangkat ^ untuk nilai suatu konjungsi :
A
B
C
A^B
(A^B)^C
B^C
A^(B^C)
F
F
F
F
F
F
F
F
F
T
F
F
F
F
F
T
F
F
F
F
F
F
T
T
F
F
T
F
T
F
F
F
F
F
F
T
F
T
F
F
F
F
T
T
F
T
F
F
F
T
T
T
T
T
T
T

Jika ada 2 perangkai yang merangkaikan proposisi majemuk A^B^C, maka harus dibaca A^B lalu dirangkai dengan C atau dipastikan dengan tanda kurung [A^B]^C. Tetapi, jika pada A^B^C, B^C didahulukan beri tanda kurung, sehingga menjadi A^[B^C].
Nilai [A^B]^C dan A^[B^C] sama pada setiap pasangan A, B dan C dan jka A, B dan C bernilai T, maka hasilnya juga T.

DISJUNGSI [ ⌵ ]
Tanda  ⌵ kegunaan sebagai perangkai atau (or)”.  Tabel kebenaran seperti berikut :
A
B
A^B
F
F
F
F
T
T
T
F
T
T
T
T

Nilai A^B bernilai F jika nilai A dan B keduanya F lainnya pasti T.
Definisi : Misalnya A dan B adalah proposisi. Proposisi “A atau B”, yang disimbolkan dengan A ⌵ B adalah proposisi yang bernilai salah , jika nilai A dan B keduanya salah, Jika lainnya pasti benar, Proposisi berbentuk A ⌵ B disebut disjungsi A dan B.

NEGASI [ ¬ ]
Negasi [ negation ] digunakan untuk menggantikan perangkai “bukan (not)”. Tabel kebenaran seperti berikut :
A
¬A
¬¬A
F
T
F
T
F
T

Negasi kebalikan dari nilai variabel proposisional yang dinegasi. Jika F akan menjadi T dan sebaliknya atau negasi F adalah T.
Definisi : Misalnya A adalah proposisi. Pernyataan “ini bukan A” adalah proposisi yang lain disebut negasi dari A. Negasi dari A diberi simbol ¬A dan dibaca “bukan A”.

Contoh :
Adit lapar atau adit kenyang
Contoh tersebut diubah menjadi variabel proposisional, akan menjadi :
A = adit lapar
B = adit kenyang
Jika diubah menjadi bentuk logika, menjadi seperti berikut :
A = adit lapar
¬A = adit kenyang
Sehingga menjadi (A ¬A).

IMPLIKASI [→]
implikasi [implication] menggantikan perangkai “jika. . . maka. . . (of  then). Tabel kebenarn seperti berikut :
A
B
A^B
F
F
T
F
T
T
T
F
F
T
T
T
Ket : A = antecendente
          B = consequence
Hanya ada satu nilai F dari ( A→B ) jika A bernilai T dan B bernilai F bukan sebaliknya.
Definisi : misalnya A dan B adalah proposisi. Implikasi  “A implikasi B yang disimbolkan dengan A → B adalah proposisi yang bernilai salah, jika nilai A bernilai benar dan B bernilai salah dan jika lainnya pasti benar.

EKUIVALENSI [↔] / biimplikasi
jika dan hanya jika ( if and only if ). Tabel kebenaran seperti berikut :
A
B
A↔B
F
F
T
F
T
F
T
F
F
T
T
T




Nilai A↔B  mempunyai nilai T jika pasangan A dan B bernilai sama, baik T maupun F, jika pasangan berbeda pasti F.
Definisi : Misalnya A dan B adalah proposisi. Ekuivalensi  “A jika dan hanya jika B” yang disimbolkan dengan A↔B adalah proposisi yang bernilai benar. Jika nilai A bernilai benar dan B bernilai benar dan jika lainnya pasti benar.

PERANGAKAI BUKAN DAN [ | ] ⇒ NEGASI KONJUNGSI
Tabel kebenaran seperti berikut :
A
B
A|B
F
F
T
F
T
T
T
F
T
T
T
F

Nilai kebenaran dari ( | ) maka hasilnya akan terlihat terbalik dari A^B oleh karena itu disebut  “bukan dan [not and]”.
Definisi : Misalnya A dan B adalah proposisi. Proposisi “A bukan dan B” yang disimbolkan dengan A | B adalah proposisi yang bernilai salah, jika nilai A bernilai benar dan B bernilai benar dan jika lainnya pasti benar.

PERANGKAI BUKAN ATAU [ ↓ ] ⇒ NEGASI DISJUNGSI
Tabel kebenaran seperti berikut :
A
B
A ↓ B
F
F
T
F
T
F
T
F
F
T
T
F

Nilai kebenaran dari ( A ˅ B ) maka hasilnya akan terlihat terbalik dari A ˅ B.
Definisi : Misalnya A dan B adalah proposisi. Proposisi  “A bukan atau B”  yang disimbolkan dengan A ↓B adalah Proposisi yang bernilai salah jika nilai A bernilai benar dan B bernilai benar dan jika lainnya pasti benar.

PERANGKAI XOR ⇒  NEGASI BIIMPLIKASI
Perangkat  “xor” (exlusive or) mempunyai tabel kebenaran A xor B berikut ini :
A
B
AÞB
F
F
F
F
T
T
T
F
T
T
T
F